Pelantikan Deputi Baru BP Batam, Pemerintah Perkuat Strategi Pengembangan Kawasan Ekonomi Berdaya Saing

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam

 

Jakarta  -- Pemerintah terus memperkuat strategi pengelolaan kawasan ekonomi strategis di tengah dinamika global yang semakin kompetitif. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan penyesuaian kebijakan dan fokus kinerja di lingkungan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) guna mempercepat pengembangan kawasan Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang memiliki daya saing tinggi di tingkat regional maupun internasional.


Penyesuaian tersebut dipandang penting agar pengelolaan kawasan dapat berjalan lebih efektif dalam menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus memanfaatkan peluang investasi yang semakin terbuka. Dengan strategi yang lebih adaptif, BP Batam diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kepada pelaku usaha serta mempercepat realisasi berbagai program pembangunan kawasan.


Sebagai bagian dari langkah penguatan kelembagaan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam melantik sejumlah Anggota/Deputi BP Batam pada Jumat (13/03). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi guna mendukung percepatan pengembangan kawasan industri dan perdagangan di Batam.


Dalam pelantikan itu, Syarlin Joyo dipercaya sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan, Fary Djemy Francis sebagai Deputi Bidang Investasi, serta Denny Tondano sebagai Deputi Bidang Pengusahaan. Ketiga pejabat tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi internal serta meningkatkan efektivitas program-program strategis yang dijalankan oleh BP Batam.


Menko Airlangga menegaskan pentingnya penerapan tata kelola pengusahaan kawasan yang efisien, cepat, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, sistem pengelolaan yang profesional akan memberikan kepastian bagi para investor dan pelaku usaha yang menanamkan modalnya di Batam, sehingga iklim investasi menjadi semakin kondusif.


Lebih jauh, Airlangga juga menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Batam mampu bersaing dengan berbagai kawasan ekonomi unggulan di negara lain. Target tersebut dapat diwujudkan melalui pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata regional, peningkatan arus investasi, penciptaan lapangan kerja baru, serta pembangunan infrastruktur kawasan yang memenuhi standar internasional.


Pemerintah sendiri telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong pengembangan kawasan melalui penguatan regulasi. Sejumlah kebijakan strategis telah disiapkan, termasuk perubahan empat Peraturan Pemerintah serta berbagai regulasi pendukung lainnya. Selain itu, kementerian dan lembaga terkait juga diminta memberikan dukungan penuh kepada BP Batam agar proses perizinan usaha dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan efisien melalui satu pintu di BP Batam.


Ke depan, pemerintah mendorong BP Batam untuk memaksimalkan berbagai peluang investasi, termasuk menindaklanjuti komitmen pengembangan industri semikonduktor. Langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan realisasi investasi di Batam, tetapi juga menjadi bagian penting dalam transformasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi berbasis teknologi dan informasi. Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, Airlangga optimistis Batam dapat berkembang menjadi pusat industri, pariwisata, sekaligus tujuan investasi yang semakin strategis di kawasan Asia.


Laporan: Tim Lensa BRI 

Editor: Redaksi 

0 Komentar